Harga Obat

Harga Obat
Biaya obat merupakan bagian yang cukup besar dari seluruh biaya kesehatan. Dari berbagai survei dapat disimpulkan bahwa biaya obat 30%-50% dari jumlah operasional pelayanan kesehatan. Harga obat yang tinggi menyebabkan biaya pengobatan menjadi tinggi. Kenyataan ini bertentangan dengan kondisi yang ada, yaitu pendapatan dan daya beli masyarakat menurun.jika dilihat dari angka absolut, harga obat di Indonesia sebenarnya masih tergolong rendah, tetapi jika dibandingkan dengan daya beli masyarakat, harga obat di Indonesia termasuk yang paling mahal di dunia. Selain itu jumlah item atau produk obat yang beredar lebih banyak, hal ini disebabkan banyak obat yang mengandung bahan aktif yang sama diproduksi oleh berbagai pabrik farmasi dan menetapkan harga jual yang berbeda. Harga merupakan salah satu pertimbangan dalam memilih obat di samping pertimbangan manfaat, keamanan, kesesuaian.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya variasi harga, yaitu:
A. Komponen Pembentuk Harga Obat
Secara umum ada beberapa komponen yang dapat membentuk harga obat yaitu:
1. Biaya produksi, merupakan biaya yang langsung terkait dengan proses produksi, meliputi biaya bahan baku obat, bahan tambahan, alat, kemasan. Obat nama dagang mengutamakan keindahan dalam penampilannya. Menurut beberapa hasil penelitian, biaya produksi berkisar antara 9% sampai 61%, sehingga hal ini dapat menyebabkan perbedaan harga obat sejenis 2 sampai 20 kali.
2. Biaya untuk keuntungan (marginal cost), biaya administrasi misalnya biaya untuk pendaftaran dan biaya iklan.
3. Metode pengadaan.
Metode pengadaan obat juga dapat mempengaruhi harga jual obat. Pembelian dalam jumlah besar atau jumlah kecil tergantung pada dana apotek. Jika pembelian obat dalam jumlah besar (bulk purchasing) kemungkinan ada pemberian diskon oleh distributor, sehingga harga jual obat bisa ditekan lebih rendah.
B. Penawaran dan permintaan
Seperti halnya harga barang dan jasa, obat sebagai barang ekonomis yang tersedia di apotek dapat juga dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan. Jika penawaran barang itu tetap atau berkurang sedangkan permintaan meningkat, maka akan terjadi kenaikan harga. Demikian pula sebaliknya, apabila jumlah permintaan barang dan jasa menurun sedangkan jumlah penawaran tetap, maka akan berakibat menurunnya harga barang atau jasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s